Tiga personel grub band Seventeen telah meninggal dunia karena menjadi korban bencana tsunami di Selat Sunda pada tanggal 22 Desember 2018, kini band Seventeen hanya menyisakan Ifan sang vokalis seorang diri.
Ketiga personel Seventeen yang menjadi korban gelombang tsunami ialah Bani (bassis), Herman (gitaris), dan Andi (drummer).
Saat gelombang tsunami terjadi, grub band Seventeen pengisi acara yang tengah perform dalam acara Employee Gathering PLN.
Tak hanya kehilangan ketiga teman satu band-nya, Ifan sang vokalis Seventeen juga kehilangan istri tercinta Dylan Sahara serta manajer band Seventeen, Oky Wijaya.
Keberuntungan telah berpihak kepada Ifan yang berhasil menyelamatkan diri dari gelombang tsunami di selat Sunda.
Doa dan dukungan banyak diberikan dari kalangan artis dan warganet untuk Ifan Seventeen agar ia tetap tegar dan tabah menghadapi musibah yang menimpa dirinya.
Namun, seperti memiliki suatu pertanda jika suatu musibah dan perpisahan tentu akan terjadi.
Grub band Seventeen memiliki beberapa lagu yang secara tak langsung dapat menggambarkan duka Ifan sang vokalis.
Berikut adalah 3 lagu band Seventeen yang seakan menggambarkan duka Ifan yang telah ditinggalkan oleh personel lainnya akibat bencana tsunami.
1. Kemarin
Kemarin adalah judul lagu band Seventeen yang dirilis pada tahun 2016 silam, tergabung dalam album 'Pantang Mundur'.
Lagu 'Kemarin' diciptakan oleh gitaris Seventen, Herman Sikumbang yang merupakan satu di antara tiga personel Seventeen yang menjadi korban tsunami Selat Sunda.
2. Jangan Dulu Pergi
Jangan Dulu Pergi adalah lagu band Seventeen yang dirilis pada tanggal 10 Juni 2018 kemarin, musik dan video 'Jangan Dulu Pergi' telah diunggah pada kanal Youtube oleh GP Records.
Didalam description unggahan video tersebut, disebutkan bahwa lagu ini merupakan kisah pribadi Ifan sang vokalis.
Lirik lagu ini diambil dari kisah Ifan yang kehilangan ayahnya untuk selamanya.
3. Tanpa Pesan Terakhir
Lagu 'Tanpa Pesan Terakhir' dirilis tahun 2011 silam yang tergabung dalam album Dunia yang Indah, mungkin lagu Tanpa Pesan Terakhir inilah yang sangat pas sebagai gambaran duka Ifan dan fans band Seventeen.
Karena tanpa pesan dan sepatah kata beberapa orang terdekat telah pergi untuk selamanya secara bersamaan yang disebabkan oleh musibah gelombang Tsunami yang terjadi di selat Sunda.
![]() |
Band Seventeen |
Saat gelombang tsunami terjadi, grub band Seventeen pengisi acara yang tengah perform dalam acara Employee Gathering PLN.
Tak hanya kehilangan ketiga teman satu band-nya, Ifan sang vokalis Seventeen juga kehilangan istri tercinta Dylan Sahara serta manajer band Seventeen, Oky Wijaya.
Keberuntungan telah berpihak kepada Ifan yang berhasil menyelamatkan diri dari gelombang tsunami di selat Sunda.
Lagu Band Seventeen yang Mengiringi Kepergian 3 Personel Akibat Tsunami
Duka yang sangat mendalam sudah pasti dirasakan oleh Ifan Seventeen, kehilangan beberapa orang terdekatnya tentu bukan hal mudah. Salah satunya adalah istrinya sendiri Dylan Sahara.Doa dan dukungan banyak diberikan dari kalangan artis dan warganet untuk Ifan Seventeen agar ia tetap tegar dan tabah menghadapi musibah yang menimpa dirinya.
Namun, seperti memiliki suatu pertanda jika suatu musibah dan perpisahan tentu akan terjadi.
Grub band Seventeen memiliki beberapa lagu yang secara tak langsung dapat menggambarkan duka Ifan sang vokalis.
Berikut adalah 3 lagu band Seventeen yang seakan menggambarkan duka Ifan yang telah ditinggalkan oleh personel lainnya akibat bencana tsunami.
1. Kemarin
Kemarin adalah judul lagu band Seventeen yang dirilis pada tahun 2016 silam, tergabung dalam album 'Pantang Mundur'.
Lagu 'Kemarin' diciptakan oleh gitaris Seventen, Herman Sikumbang yang merupakan satu di antara tiga personel Seventeen yang menjadi korban tsunami Selat Sunda.
2. Jangan Dulu Pergi
Jangan Dulu Pergi adalah lagu band Seventeen yang dirilis pada tanggal 10 Juni 2018 kemarin, musik dan video 'Jangan Dulu Pergi' telah diunggah pada kanal Youtube oleh GP Records.
Didalam description unggahan video tersebut, disebutkan bahwa lagu ini merupakan kisah pribadi Ifan sang vokalis.
Lirik lagu ini diambil dari kisah Ifan yang kehilangan ayahnya untuk selamanya.
3. Tanpa Pesan Terakhir
Lagu 'Tanpa Pesan Terakhir' dirilis tahun 2011 silam yang tergabung dalam album Dunia yang Indah, mungkin lagu Tanpa Pesan Terakhir inilah yang sangat pas sebagai gambaran duka Ifan dan fans band Seventeen.
Karena tanpa pesan dan sepatah kata beberapa orang terdekat telah pergi untuk selamanya secara bersamaan yang disebabkan oleh musibah gelombang Tsunami yang terjadi di selat Sunda.
Komentar
Posting Komentar